Oleh: achmadsolechan | Oktober 27, 2015

Sesungging Senyuman Sumbing

Jum’at ba’da maghrib kami menempuh safar dari Semarang menuju Temanggung tepatnya di lereng Gunung Sumbing guna menghadiri akad nikah seorang sahabat kami.. Setelah singgah di Bawen untuk menjemput sahabat lainnya maka berangkatlah kami menuju lokasi. Namun saat menuju lokasi, kami salah jalur, hingga hampir tengah malam sampailah kami di monumen meteorit. Setiba kami di desa Kwadungan, desa terakhir di puncak Gunung Sumbing, Saya mendongakkan kepala ke atas, karena di tempat itu (menurut perkiraan saya ada lampu penerangan yang sangat terang)  ternyata bukan lampu melainkan bulan…. Subhanalloh……

Lokasi meteorit jatuh di Temanggung malah jadi tempat pacaran

Monumen ini tidak sebagus foto di atas karena nyaris tanpa penerangan saat malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: