Oleh: achmadsolechan | Mei 6, 2011

Cara Aman Berkendara

Cara Aman Berkendara

(Kisah duka Raisha Iftika Khairina (19), mantan Tim Olimpiade Fisika SMAN 4 Semarang)

Cara Aman Berkendara

Semarang, CyberNews. Tercatat lima orang tewas (empat diantaranya adalah Khoirul Saleh (46) ayahnya, Istiqomah (48) ibunya, Salman Mohammad Hasbi (13) serta Raisha Iftika Khairina (19)) dan sembilan lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan karambol yang terjadi di depan Terminal Banyumanik, Semarang, Minggu (13/6) pukul 08.15 WIB.

Kecelakaan itu terjadi karena truk Fuso yang melaju dari arah luar kota menuju kota Semarang mengalami rem blong, laju truk yang saat itu memuat pasir tidak terkendali oleh sopir truk kendaraan tersebut sempat diarahkan ke kanan jalan naas truk membentur kendaraan umum minibus.

Setelah menabrak minibus laju truk makin tidak terkendali, dan kembali menghantam mobil sedan Toyota Vios yang didalamnya terdapat tiga orang penumpang. Setelah itu kembali truk pasir itu menabrak mobil bak terbuka yang mengangkut sayur mayur.

Tepat di depan pertigaan Karangrejo, Banyumanik truk itu kembali menghantam dua mobil sedan di depannya dan sebuah motor yang sedang menyebrang akibatnya pengendara motor langsung tewas di lokasi kejadian.

Menurut Untung salah satu saksi mata, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB.

Ada dua hal yang dapat dipelajari dari tabrakan. Pertama, jangan mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk. Berhentilah di tempat peristirahatan yang telah disediakan, dan beristirahatlah. Namun, jika sudah terlalu mengantuk, berhentilah di bahu jalan, nyalakan lampu hazard, dan beristirahatlah.  Kedua, manusia memiliki keterbatasan dalam mengantisipasi sesuatu yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

Kodratnya sebagai makhluk pejalan kaki, manusia hanya mampu mengantisipasi sesuatu yang tiba-tiba muncul di hadapannya jika ia
bergerak di bawah 10 km/jam. Jika bergerak di atas itu, ia tidak bisa menghindar.  Kemampuan ini berhubungan dengan kecepatan manusia dalam bereaksi. Umumnya manusia memerlukan 0,8 sampai 1 detik untuk bereaksi. Jika seseorang melajukan kendaran dengan kelajuan 50 km/jam, maka waktu 1 detik untuk bereaksi itu sama dengan 14 meter (dibulatkan).
Sebab, 50 km/jam sama dengan 14 m/s. Dan mobil yang melaju 50 km/jam memerlukan 14 m untuk sepenuhnya berhenti. Jadi, jarak total yang diperlukan untuk sepenuhnya berhenti adalah 28 m. Pada kecepatan sebesar 90 km/jam, total jarak yang diperlukan 70 m. Sedangkan pada kelajuan 130 km/jam, total jarak yang diperlukan 129 m.
Kebiasaan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tidak menjadikan seseorang bisa mengatasi kodratnya sebagai makhluk pejalan kaki.

Bahkan, seorang pembalap F1 sekelas Michael Schumacher pun tidak bisa menghindar saat mobil F1 yang berada di depannya berhenti atau mengurangi kecepatan secara tiba-tiba. Oleh karena itu, saat memacu mobil dengan kecepatan tinggi (di atas 80 km/jam), seorang pengemudi harus memusatkan seluruh perhatiannya ke jalan. Memusatkan seluruh perhatian ke jalan, termasuk memperhatikan gerak-gerik kendaraan yang datang dari arah berlawanan, sulit dilakukan jika mobil dipacu dengan kecepatan tinggi. Hal ini disebabkan sudut pandang pengemudi menyempit seiring dengan meningkatnya kecepatan. Pada kecepatan sebesar 40 km/jam sudut pandang pengemudi 100°, 70 km/jam menjadi 75°, 100 km/jam menjadi 45°, dan pada kecepatan 130 km/jam menjadi 30°.

Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari jarang ada kendaraan yang melaju dijalan dengan menjaga jarak aman. Pada umumnya, jarak antar-kendaraan 3 sampai 4 meter saja. Bahkan juga saat mobil dipacu di atas 80 km/jam. Selain itu, jarang pengemudi yang memperhatikan kondisi fisiknya. Meskipun mengantuk, lelah, atau mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk, mereka tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Itulah sebabnya, saat dijalan ada kendaraan yang mengerem mendadak, lansung terjadi tabrakan beruntun.
Berdasarkan studi yang dilakukan diberbagai negara, diketahui bahwa 80% dari kecelakaan di jalan raya karena kesalahan pengemudi (human error). Sisanya terjadi karena hal-hal lain seperti pengemudi kendaraan lain, ban pecah, rem blong, atau jalan jelek. Oleh karena itu, periksalah kendaraan Anda saat akan melakukan perjalanan jauh dan jagalah fisik Anda agar tetap dalam kondisi prima.

(Dikutip seperlunya dari, http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/06/13/56807/Kronologi-Kecelakaan-Karambol-di-Banyumanik-Semarang)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: